Media Sosial dan Perilaku Konsumen: Mitos dan Fakta

socialmedia

Media sosial kini makin digemari oleh para pengguna internet, begitu juga mereka yang terlibat dalam transaksi jual beli, baik itu brand owner maupun konsumen brand. Bagi para brand owner, media sosial sebagai salah satu media komunikasi brand mereka, dianggap mampu untuk mendongkrak baik popularitas maupun jumlah penjualan brand itu sendiri. Media pun turut meramaikan gegap gempita media sosial ini sehingga para brand owner merasa belum mantap jika brand mereka tidak eksis di media sosial.

Anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Namun tahukah Anda, bahwa banyak anggapan mengenai perilaku konsumen brand Anda di media sosial yang ternyata hanya mitos belaka?

Mitos #1. Media Sosial Memicu Traffic yang Lebih Tinggi Daripada Mesin Pencari (Search Engine)

Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan yang memperoleh traffic yang lebih tinggi daripada menggunakan search engine adalah perusahaan media. Perusahaan media ini menjangkau para konsumennya dengan efektif melalui media sosial dengan informasi sebagai komoditi utama brand mereka.

Namun tidak demikian halnya dengan perusahaan business to consumer (B2C) biasa yang mengandalkan penjualan brand langsung dari produsen kepada konsumennya, seperti usaha yang sedang Anda geluti sebagai brand owner saat ini.

Sebuah studi yang dilakukan Forrester Research dan GSI Commerce menunjukkan bahwa media sosial jarang mendongkrak penjualan brand Anda –  data yang ada mengindikasikan bahwa kurang dari 2% transaksi adalah hasil dari konsumen yang datang melalui media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa promosi melalui search engine lebih efektif untuk mengubah pengunjung situs Anda menjadi konsumen aktif.

Mitos #2. Media Sosial Selalu Memberikan Dampak Positif Terhadap Penjualan

Anda pasti sering mendengar bahwa media sosial meningkatkan selalu terbukti penjualan komoditi bisnis Anda.

Menariknya, data di lapangan menunjukkan hasil yang berlawanan.

Pengamatan perilaku konsumen sosial media yang dilakukan oleh Sunil Gupta, seorang professor dari Harvard Business School, menunjukkan bahwa media sosial justru memberikan dampak negatif bagi 12% perusahaan dan tidak membawa dampak apapun alias stagnan bagi 48% lainnya, terutama pada perusahaan fashion.

Mitos #3. Konsumen Mengikuti Brand di Media Sosial untuk Mendapatkan Informasi Terbaru

Sebagai brand owner yang selalu memantau perkembangan brand Anda di media sosial, Anda tentunya sangat senang dengan makin banyaknya jumlah followers akun brand Anda.

Hal pertama yang terlintas di benak Anda pastinya adalah para konsumen ini ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai produk Anda.

Fakta yang satu ini akan membuat Anda terkejut.

Sebuah studi dari Constant Contact menyatakan bahwa mereka “menyukai” brand Anda di Facebook bukan karena informasi terbaru mengenai produk Anda, melainkan karena 2 alasan berikut ini: 1) mereka telah memakai produk Anda; dan 2) mereka tertarik untuk mendapatkan diskon/promosi khusus. Constant Contact juga menemukan pola perilaku konsumen yang sama terjadi pada mereka yang mem-follow beberapa brand di Twitter.

Meskipun demikian, ada baiknya Anda mencatat fakta tambahan berikut ini: para konsumen yang mengikuti brand di Twitter dan Facebook memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam membeli dan menyarankan brand yang mereka follow atau sukai.

Mitos #4. Konsumen Muda Tertarik Berinteraksi dengan Brand Anda di Media Sosial

“Semakin Anda aktif di media sosial, brand Anda akan mencapai lebih banyak orang, terutama para anak muda yang sangat aktif menggunakan Facebook.”

Anda mungkin salah satu dari sekian orang yang percaya dengan pernyataan di atas.

Kabar buruk bagi brand Anda yang membuat koneksi dengan tiap konsumen melalui media sosial dan membuat pernyataan diatas sebagai pedoman: Anak muda tidak ingin berteman dengan brand Anda.

Sebuah studi yang dilakukan Forrester Research menunjukkan bahwa hanya kurang dari 10% anak usia 12-17 tahun yang menggunakan web ingin menjadi teman sebuah brand di Facebook, meskipun faktanya mereka memenuhi hampir separuh demografi pengguna Facebook. Sementara pada pengguna berusia 18-24 tahun, hanya 12% yang bersedia untuk menjadi teman dari sebuah brand, dan yang lainnya tidak bersedia.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh brand Anda?

Analis Forrester menyarankan supaya brand Anda bersikap lebih reaktif daripada proaktif, dan Anda harus mendengar mereka. Hanya 16% dari konsumen muda ini yang berharap brand menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan mereka, sementara 28% lainnya mengharapkan brand Anda untuk mendengar apa yang mereka katakan dan memberikan tanggapan di media sosial.

Lepas dari semua hal tersebut, ingat satu hal ini: 74% dari konsumen muda ini menggunakan media sosial untuk mengobrol mengenai produk Anda dengan teman dan membuat rekomendasi. Ini yang harus Anda perhatikan sebagai target brand Anda.

Mitos #5. Anda Bisa Mengukur Dampak Media Sosial pada Brand Anda Melalui: Suka, Bagi, Komentar, Retweets, Aplikasi yang Didownload, Foto atau Video yang Disukai, Campaign yang Diikuti, dan Sebagainya…

Tentu saja Anda sebagai brand owner akan sangat senang ketika Anda melihat banyaknya partisipasi konsumen Anda di media sosial. Mungkin Anda juga beranggapan bahwa jumlah partisipasi tersebut mendongkrak penjualan brand Anda.

Faktanya, partisipasi konsumen brand Anda di media sosial sama sekali tidak terbukti berkaitan dengan peningkatan penjualan Anda. Lebih banyak suka, bagi, maupun komentar tidak setara dengan peningkatan penjualan brand Anda.

Banyak perusahaan melaporkan bahwa mereka menggunakan media sosial karena kompetitor mereka melakukan hal yang sama, bukan karena penggunaan media sosial berujung pada lebih banyaknya penjualan yang dihasilkan oleh brand mereka.

Incoming search terms:

Siapa yang mengamati anda di sosial media,Dampak media sosial bagi konsumen,dampak search engine bagi perilaku konsumen,fakta penelitian tentang sosial media,fakta penggunaan media sosial bagi anak anak

One thought on “Media Sosial dan Perilaku Konsumen: Mitos dan Fakta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *