6 Kesalahan Mengelola Keuangan Perusahaan yang Fatal

6 Kesalahan Mengelola Keuangan Perusahaan yang Fatal

Ada Enam Kesalahan Fatal Pemula Usaha Dalam Mengelola Keuangan Perusahaan

Jika Anda adalah seorang pengelola startup, banyak masalah yang harus Anda persiapkan dengan matang termasuk mengoptimalkan keuangan usaha startup Anda.

Untuk Anda, terutama yang masih berusia muda, kondisi keuangan startup Anda akan terasa lebih penting dibandingkan keuangan pribadi Anda.

Pemikiran ini salah besar!

Bisa saja Anda malah jatuh miskin, alih-alih mengembangkan usaha yang menguntungkan karena salah melakukan pengelolaan keuangan.

mengelola keuangan perusahaan
Menyiram perusahaan Anda dengan dana pribadi adalah cara mengelola keuangan perusahaan yang tidak baik

Demikian ulas Eric Johnson, senior client strategist di Signature, sebuah firma manajemen keuangan di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Johnson menambahkan, ada enam kesalahan pemula usaha atau pemilik startup muda dalam mengelola keuangan perusahaan mereka.

Terlalu Royal Menginvestasikan Uang Pribadi

Saat startup Anda berkembang, tidak mustahil Anda mulai berpikiran untuk memiliki sebuah tempat usaha yang memadai, dibanding hanya mengelola usaha pada kantor kecil yang sempit.

Hal ini yang menyebabkan pengusaha muda dan pemilik startup untuk mengeluarkan dana pribadi untuk menyewa gedung atau kantor baru yang sebenarnya tidak terlalu urgent.

Akibatnya fatal,

Bisa saja Anda merugi karena pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran dana pribadi yang Anda gunakan.

Idealnya, sebagai seorang entrepreneur muda, Anda harus memfokuskan pengeluaran Anda pada pengembangan produk.

Bukan sekadar gengsi dan menghabiskan dana pribadi atau dana pengembangan usaha Anda pada hal sebenarnya tidak penting-penting amat.

Memakai Dana Pengembangan Usaha Untuk Memenuhi Kebutuhan Pribadi

Sebagai seorang startup, Anda pasti menginvestasikan banyak dana pribadi pada usaha Anda.

Sebagai akibat dari hal tersebut, Anda pasti sesekali menggunakan uang perusahaan Anda untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda.

Langkah tersebut salah besar!

Begini,

Jika Anda membebankan biaya hidup Anda pada keuangan perusahaan Anda, Anda pasti kesulitan mencari dana untuk saat-saat sulit. Saat omset menurun dan Anda memerlukan strategi pemasaran baru misalnya.

mengelola keuangan perusahaan
Hindari berlebihan menggunakan aset dan keuangan pribadi untuk mendanai perusahaan Anda

Bijaknya, Anda harus memperlakukan diri Anda sendiri sebagai karyawan dari startup perusahaan Anda.

Ya,

Anda harus member Anda sendiri gaji yang sesuai dengan kinerja Anda.

Tapi ingat!

Jangan mentang-mentang Anda adalah pemilik perusahaan, Anda akan menggaji diri Anda sendiri setinggi langit.

Gaji diri Anda sendiri sesuai kinerja dan kemajuan kerja Anda sendiri. Jadi selain Anda mendapat gaji, Anda juga dapat membenahi kinerja Anda untuk menjadi pimpinan perusahaan yang lebih baik.

Tidak Mempersiapkan Diri Untuk Menghadapi Situasi Kritis

Sangat manusiawi, bagi Anda yang memiliki motivasi dan rasa percaya diri yang tinggi untuk meyakini bahwa perusahaan Anda akan selalu baik-baik saja.

Sekali lagi,

Anda salah besar!

Jika Anda membaca artikel Kami sebelumnya, bahwa seorang wirausahawan sukses umumnya dimotori oleh rasa takut akan kegagalan,

Anda harus mempersiapkan kondisi keuangan Anda untuk kondisi paling nadir perusahaan Anda.

Contohnya seperti ini,
Jika Anda takut terjadi kecekelakaan kerja dan kesalahan operasional, daftarkanlah karyawan, peralatan, dan berkas-berkas penting perusahaan Anda pada perusahaan asuransi.

Jika Anda melakukan perjanjian bisnis dengan kolega bisnis Anda, seperti yang disarankan oleh

Eric Johnson , buatlah suatu perjanjian jual-beli yang sah secara hukum dan ditangani oleh seorang ahli hukum yang handal .

Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu dari pembuat perjanjiian usaha melanggar perjanjian, akan dikenakan sanksi hukum dan sebagainya….

…. biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi suatu kecekelakaan atau salah satu dari pembuat perjanjian meninggal

Tidak Memisahkan Aset Pribadi dan Aset Perusahaan

Kesalahan mengelola keuangan perusahaan selanjutnya adalah tidak memisahkan penggunaan aset pribadi dan aset perusahaan.

Kasusnya begini,

Saat usaha Anda berkembang, pikiran untuk meningkatkan atau menggunakan aset pribadi sebagai jaminan pinjaman usaha  juga mungkin mulai menggoda Anda.

Sekali lagi, langkah Anda tersebut salah.

Meningkatkan jumlah aset pribadi untuk bisnis tidak baik untuk finansial pribadi Anda.

Begini penjelasannya,

Ketika kondisi bisnis Anda menurun dan peruntungan Anda tidak baik, bahkan Anda bangkrut, para debt collector akan memburu aset-aset pribadi Anda.

Kerugian Anda makin besar karena selain kehilangan aset perusahaan, Anda juga terancam kehilangan aset pribadi Anda dan keluarga Anda untuk membayar jaminan modal usaha yang Anda lakukan sebelumnya.

Idealnya, Anda harus memisahkan mana aset perusahaan dan mana aset pribadi. Jangan sampai Anda kehilangan kendali akan aset pribadi Anda karena salah langkah.

“Gunakanlah aset bisnis atau perusahaan Anda sebagai jaminan peminjaman modal usaha. Jadi Anda tidak usah bertanggung jawab secara personal terhadap pinjaman modal usaha tersebut,” jelas Lynn

Mayabb, senior managing advisor dari firma BKD Wealth Advisors, Kansas City.

Menggunakan Kartu Kredit Pribadi Untuk Tujuan Bisnis

Sebagai startup, perusahaan Anda mungkin akan bergantung pada pendanaan pribadi dari Anda sendiri.

Tapi jangan tergantung pada penggunaan kartu kredit pribadi untuk mendanai bisnis Anda.

Akibatnya akan fatal, terutama pada pengelolaan keuangan dan kinerja organisasi perusahaan Anda. Pada saat ada audit perusahaan mendadak, misalnya.

Bagaimana cara Anda menyediakan catatan pengeluaran perusahaan Anda jika tercampur dengan transaksi pribadi?

Solusinya adalah dengan membuka rekening dan kartu kredit atas nama perusahaan Anda. Gunakan kredit tersebut secara bijak dan hindari pemakaian bila kebutuhan pendanaan perusahaan Anda tidak terlalu mendesak

Menggunakan Kas Perusahaan Untuk Memuaskan Nafsu Pribadi

Ada kecenderungan tidak dewasa yang umumnya dilakukan pengusaha muda sukses pada awal karir mereka.

Salah satunya adalah terlalu percaya diri dan mulai berfoya-foya.

Merasa diatas angin dan mulai menggunakan kas dan hasil keuntungan perusahaan untuk memuaskan nafsu pribadi dengan alasan gengsi pribadi Anda.

Contohnya begini,

Ketika Perusahaan Bakery Anda berhasil melakukan penjualan besar, Anda mulai berpikir untuk menambah mesin-mesin pembuat roti terbaru yang mahal.

mengelola keuangan perusahaan yang baik
Jangan sampai berlebihan! Anda dapat merugi!

Alasannya bagus sih,

Untuk meningkatkan produktivitas dan menjawab permintaan pasar yang besar.

Tapi jika Anda hanya memerlukan sedikit upgrading pada peralatan pembuat roti Anda, mengapa harus membeli mesin yang baru?

Bisa saja Anda menyesali pembelian tersebut saat permintaan menurun dan banyak mesin pembuat roti otomatis yang nganggur dan malah membuat biaya pemeliharaan membengkak serta membebani keuangan  perusahaan.

Mengelola Keuangan Perusahaan Adalah Urusan Menahan Diri Untuk Tidak Berlebihan

Sebagai pengusaha muda, Anda tentu ingin melakukan usaha yang terbaik untuk meraup keuntungan besar,

dan tentu saja,

membuat perusahaan Anda menjadi besar dan memenangkan kompetisi.

Keinginan luhur ini bukan berarti mengijinkan Anda bertindak gegabah dan melakukan 6 hal yang tidak perlu diatas.

Akibatnya fatal,

Anda dapat mengalami kerugian, perusahaan Anda kolaps, dan satu lagi yang menyeramkan.

Anda jatuh miskin karena aset pribadi Anda disita.

Jadi untuk menjaga agar keuangan Anda tetap sehat, perhitungkan segala pengeluaran Anda matang-matang. Dan belanjakan modal usaha Anda dengan bijak serta terencana.

 

Incoming search terms:

apa yang melatarbelakangi seorang wirausahawan memilih lokasi yang strategis untuk tempat usahanya,cara menanggulangi kesalahan pengelolaan keuangan,content,apa akibatnya jika dalam suatu kantor tidak ada pengelolahan yang baik,tujuan memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan

admin

Freelance Copywriter, Blogger dan Pegiat Internet Marketing

One thought on “6 Kesalahan Mengelola Keuangan Perusahaan yang Fatal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *