Membuat Business Plan Agar Semua Sesuai Dengan Kebutuhan Konsumen

Sebelum memulai bisnis, Anda membutuhkan Business Plan.

Apa itu Business Plan?

Business Plan merupakan seperti denah ketika Anda membangun rumah. Business Plan berguna untuk menentukan segala hal terkait dengan bisnis yang akan dijalankan.

Membuat Business Plan akan mempermudah Anda saat menjalankan roda bisnis. Anda pasti tahu, berbisnis tidaklah mudah. Butuh strategi dan ide untuk bisa mencapai kesuksesan.

Biasanya, seorang pebisnis baru enggan membuat Business Plan. Ada juga yang sudah membuat, namun tidak serius.

Ini bahaya. Sangat bahaya.

Bagaimana bisa menang dalam perang tanpa membuat strategi?

Memang, terlalu berlebihan ketika saya katakan bahwa Anda akan “berperang”. Lingkungan bisnis memang tak sekejam kondisi peperangan. Bila tanpa persiapan Anda sudah berani masuk ke dunia bisnis. Maka, bersiaplah Anda mengalami kekalahan.

Apakah saya bercanda?

Tidak. Ini serius. Bisnis bukanlah hal yang bisa Anda anggap main-main. Anda butuh strategi, ide, dan segala hal yang bisa membuat bisnis Anda kuat bertahan di awal.

Tahap awal merupakan tahap yang tidak akan pernah nikmat. Kebanyakan pebisnis tersiksa di tahap awal. Dan hanya sedikit yang bisa lepas dari tahap ini.

Apakah Anda ingin menjadi bagian dari pebisnis yang seperti itu?

Saya yakin tidak.

Nah, sudahkah Anda membuat Business Plan? Atau bisakah Anda membuat Business Plan?

Agar bisnis yang Anda bangun bisa lancar dan sesuai harapan, buat Business Plan dengan memperhatikan 5 aspek berikut:

 

1. Kenali apa sebenarnya yang Anda inginkan agar mudah menggapai impian

Caption: Ryan Pernofski

Apa yang sebenarnya yang Anda inginkan?

Apa tujuan Anda membangun bisnis?

Memang, pertanyaan ini samar-samar seperti pertanyaan yang cukup ringan dan tanpa beban. Namun, pikirkan hal ini. Karena inilah yang akan menentukan kesuksesan bisnis Anda.

Menemukan keinginan sama artinya Anda sedang menentukan tujuan dan bagaimana proses membangun perusahaan yang Anda impikan.

Kebanyakan pebisnis baru tidak mau memikirkan hal ini. Bukan karena pertanyaan ini mudah, namun karena mereka tidak bisa menjawabnya.

Sekali lagi, apa sebenarnya yang Anda inginkan?

Anda pasti sedang kebingungan.

Kenyataannya, hanya sedikit pengusaha yang benar-benar tahu apa sebenarnya yang dia inginkan. Apabila Anda bisa menjawab pertanyaan ini, maka Anda sedang berada pada tahap yang cukup untuk mendirikan sebuah bisnis.

Sebaliknya.

Bila Anda tidak bisa menjawab ini, lebih baik Anda berhenti bermimpi sebagai pebisnis sukses.

Keinginan tidak ada kaitannya dengan bisnis yang akan Anda jalankan. Namun, keinginan menentukan sampai mana kemampuan Anda bisa bertahan dalam kerasnya dunis bisnis.

 

2. Membuat Business Description agar Bisnis Anda tidak mudah melempem

Caption: Exhale

Apabila Anda sudah mengetahui apa keinginan Anda, maka saatnya Anda membuat rencana.

Business Description merupakan deskripsi yang diperuntukkan untuk memetakan bagaimana bisnis Anda akan dibangun.

Ingat, membangun bisnis seperti Anda sedang membangun sebuah rumah. Anda tidak hanya harus membangun rumah seperti apa, namun menentukan apa isi di dalamnya.

Inilah yang sering terlupa.

Rumah yang bagus, sepatutnya diisi oleh sesuatu yang bagi pula. Di sinilah peran Business Description.

Rancangan rumah yang kokoh harus ditopang pula dengan kriteria isi yang mumpuni.

Ada satu hal lagi yang sering dilupakan pebisnis baru mengenai Business Description. Business Description bukan hanya sekedar catatan formal mengenai bisnis yang akan Anda jalankan, namun catatan awal yang bernilai.

Alasannya…

Karena di dalam Business Description Anda akan menuliskan segala hal yang mendasari munculnya bisnis Anda.

Tidak cukup satu atau dua hari Anda membuat Business Description. Karena Business Description yang berperan penting menjadi pondasi awal terbentuknya bisnis Anda.

 

3. Mengenal Market Agar Anda mudah menentukan Target

Caption: captvinvanity

Market dan Target. Merupakan dua hal yang selalu berpasangan.

Bisnis tidak hanya memroduksi, namun juga menilai bagaimana kebutuhan market.

Apabila market sudah tidak lagi membutuhkan atau bahkan menginginkan produk Anda, maka Anda harus berhenti memroduksi.

Sebaliknya..

Bila market menginginkan suatu produk dan belum ada yang mampu memroduksi, maka itu adalah kesempatan Anda untuk mulai memroduksi.

Bahkan, meski sudah ada yang memroduksi, namun sedikit yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan market, maka itu adalah kesempatan Anda.

Mengenal market bisa dikatakan sebagai sarana untuk mengenal peluang.

Tanpa mengenal market, kemungkinan besar Anda tidak menemukan peluang. Bisa jadi Anda yang menderita kerugian.

Situasi market memang selalu berubah, oleh karena itu Anda harus selalu berubah pula. Market berubah, maka segala bisnis yang berhubungan dengan market akan ikut berubah.

Itu adalah gerak otomatis yang harus Anda ingat.

Sebelum membuat produk, sebisa mungkin kenal dan pahami market. Itu adalah “ritual” wajib yang harus Anda lakukan.

 

4. Memelajari kompetitor agar laju bisnis tidak molor

Caption: motivationsforlife

Kompetitor merupakan lawan Anda yang paling berharga.

Tanpa kompetitor, bisa-bisa bisnis Anda hanya berjalan tanpa arah. Tanpa tujuan.

Bagi pebisnis baru, kompetitor merupakan mentor baginya. Apakah Anda sudah seperti itu?

Kompetitor merupakan faktor yang membuat Anda terus berkembang. Dengan mengenal kompetitor, secara otomatis Anda akan berusaha mengenal market.

Kenapa demikian?

Karena gerak-gerik kompetitor pastilah menggambarkan pergerakan market.

Cara singkat ini jarang diketahui oleh pebisnis baru. Padahal ini adalah ladang informasi yang sangat berharga dan hemat.

Tanpa perlu melakukan banyak analisis, tinggal Anda lihat gerak-gerik kompetitor, maka Anda sudah berada pada jalur yang tepat.

Tapi ingat…

Tidak selamanya kompetitor berada pada jalur yang tepat. Bisa saja dia salah mengantisipasi dan tergelincir masuk dalam jurang kerugian.

So, meski Anda memiliki kompetitor, tetap saja, Anda harus waspada dan memiliki rencana.

 

5. Menghitung keuangan sebelum Anda belanja kebutuhan

Caption: do-not-touch-my-food

Anda akan membuka bisnis baru. Ingat hal itu.

Pebisnis baru harus pula ditopang oleh manajemen keuangan yang matang. Anda tidak bisa mengandalkan kemahiran strategi dan ide yang brilian. Keuangan yang matang menggambarkan bahwa bisnis baru Anda siap mengalami goncangan.

Bagi bisnis baru, masa awal kemunculan merupakan masa yang sulit dan penuh dengan musibah.

Anda tidak bisa berleha-leha ketika Anda bisnis Anda pertama kali muncul.

Berlari kencang.

Bisnis Anda harus berjalan secepat-cepatnya untuk mengejar ketertinggalan dari para kompetitor yang sudah ada.

Bersantai di awal kemunculan adalah tindakan bodoh. Anda harus berjalan cepat.

Untuk berjalan cepat, Anda membutuhkan stok keuangan yang memadai. Kondisi kematangan keuangan bisa sangat membantu bisnis Anda berjalan secepat kilat.

Kematangan keuangan menjadikan bisnis Anda siap maju meski harus menemui banyak halang rintang. Halangan pasti ada. Kegagalan pasti sudah menunggu di depan. Yang Anda butuhkan untuk menghadapi itu adalah dengan mematangkan sumber daya yang ada di alam diri Anda.

Pebisnis baru membutuhkan kematangan keuangan demi kelancaran menembus lingkungan yang penuh aroma persaingan.

Incoming search terms:

Bisnis sesuai kebutuhan,usaha yg sesuai kebutuhan,caption bisnis plan,kebutuhan konsumen dalam bisnis plan,membuat description plan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *